- Jawara A Mild Wanted 2010 Reg V Berkunjung ke Pemkot Palembang
- Virus Band Juara UGC 2010 Palembang
- Mencoba Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
- Music, Film, and Electricity
- Porn Star and Rock Star
- Musicians and Fashion
- Film Indie dan Undang-undang Perfilman 2009
- Fenomena Band Jenaka
- Kemajuan Musik Indonesia
- Backlink Award
- Blogger Indonesia Award
- Menaklukan Jakarta
- Apresiasi Budaya Lokal dengan Film Independent
- Menaklukan Jakarta II
- How to Be A Film Maker
- Being Dump is All You Need
- Real Tube Amplification VS Digital Modeling Amp
By : Yoga Prima Nugraha*
Seberapa keras persaingan Jakarta, yang pasti ibukota itu telah memulangkan banyak musisi handal dengan tangan hampa, ibukota itu telah membuat banyak orang takut untuk kembali kesana. Kenalilah dulu dia sebelum kau bertekad untuk masuk di dalamnya. Tapi dibalik itu semua, Jakarta tetaplah sebagai surga bagi kaum musisi yang bertekad baja, Jakarta akan selalu menawarkan ribuan kesempatan untuk mereka yang pantang menyerah. Industri musik disana akan selalu mencari bakat-bakat alami yang berpotensi untuk menjadi bintang. Walau seringkali proses pencarian itu dilakukan secara licik dan penuh dengan intrik bisnis sepihak.
Seorang calon bintang akan selalu butuh Jakarta sebagai kawah untuk membuktikan kemampuannya. Baik itu band yang ingin bergerak secara independen maupun bagi band yang berharap masuk ke salah satu label ibukota tetap saja butuh Jakarta. Andai kondisi ini bisa berubah, karena banyak sekali musisi hebat daerah yang berkendala untuk hidup di Jakarta. Seberapa besar harga yang harus dibayar untuk menjadi bintang?begitu besarkah pengaruh insan industri musik Jakarta terhadap nasib para musisi Indonesia
Mengapa butuh Jakarta?karena sebesar apapun band berkarier di daerah, tetap saja Jakarta yang berpotensi membuat band itu besar di Indonesia, para pimpinan industri musik berada disana, studio rekaman berkualitas banyak terdapat di Jakarta, engineer musik handal pun sebagian besar hidup di Jakarta dan para pimpinan media massa berkantor di Jakarta. Sama sekali tidak menutup kemungkinan apabila anda memilih untuk berkarier terus di daerah dan berharap agar orang Jakarta mencium potensi yang anda miliki dan menemui anda, tapi tetap anda harus berhubungan dengan Jakarta. Jakarta menguasai hampir seluruh jalur distribusi penjualan album, menguasai promosi di radio, media cetak dan televisi seluruh Indonesia, pendaftaran lisensi lagu dan Ring Back Tone (RBT), mereka sudah sangat berpengalaman untuk mencetak bintang dan berhubungan baik dengan hampir seluruh management artis dan event organizer di daerah. Mereka pandai sekali melihat peluang dan merubah bakat menjadi uang. Jika anda berhasil menjadi bintang di daerah pun anda akan tetap bersaing dengan artis-artis Jakarta untuk menjadi bintang sebenarnya. Tetap harus melalui Jakarta untuk menjadi bintang nasional.
Jakarta mempunyai sistem yang seringkali menghalangi talenta-talenta luar jawa untuk berkembang disana, persaingan tidak sehat sering terjadi dan pembajakan lagu ada dimana-mana. Band-band baru seakan diperlakukan seperti anak ayam yang bisa setiap saat terancam untuk dimakan macan-macan besar dan bertaring di Jakarta. Banyak sekali oknum-oknum label yang meminta sejumlah uang bernilai ratusan juta kepada band baru, alasannya sebagai kompensasi untuk biaya promo album dan sebagai uang mahar untuk dipertemukan dengan para produser, direktur label besar atau lain sebagainya. Dan anehnya banyak sekali band yang terjebak dengan pola semacam ini, padahal bila kita pikirkan lagi, uang bernilai ratusan juta itu dapat digunakan untuk memproduksi album sendiri, dari mulai cetak CD/kaset, cetak cover, produksi video klip, biaya rekaman sampai mastering dan distribusi kaset. Jika langkah ini berhasil maka band itu akan mengeruk keuntungan yang sama seperti label-label Jakarta.
Ada 2 jalan yang bisa kita ambil. Yang pertama jika anda dan band anda memilih berkarier di daerah maka setidaknya lagu anda harus benar benar mendominasi berbagai tangga lagu di daerah tersebut hingga mampu membuat Jakarta mencium bakat anda dan membawa anda ke Jakarta, menawarkan anda kontrak lalu berkata “selamat datang di dunia selebriti”, seperti terlihat terlalu mulus, atau anda memiliki uang untuk membeli Jakarta. Yang kedua jika anda memilih berkarier di Jakarta maka kenalilah kondisinya, jangan berharap anda cepat untuk menaklukkannya, jangan mudah percaya dengan buaian kata-kata oknum industri musik disana, yang harus anda percaya hanyalah bahwa anda cepat atau lambat dapat menaklukkan Jakarta. Pelajari industrinya, trik bisnisnya, watak pelakunya, dan mulai menjalankan strategi terbaik untuk bersosialisasi dengan berbagai elemen musisi disana. Tetapi yang pastinya kedua jalan tersebut membutuhkan karya terbaik yang dapat anda hasilkan. Sambil meretas jalan menuju sukses, tak ada salahnya terus memperkuat materi lagu dan soliditas tim anda.
Semoga kelak bakat-bakat muda daerah dapat lebih dihargai oleh Indonesia karena tidak selamanya kita harus kalah dari Ibukota. Taklukkan Jakarta lalu kembalilah ke daerah dan jadikan daerahmu sebagai Jakarta-Jakarta baru di Indonesia.
*Penulis adalah keyboardis My Name is Luna
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
Calender Event
-
Wapro RRI Pro 2 Palembang Present WAPRO (Warung Pro 2) Pentas...
-
Sound Of Sumatera PULAUPASIR FOUNDATION (LAMPUNG) - VOLTUNE (PALEMBANG)...
-
RELEASE THE INTUITION RELEASE THE INTUITION DON BOSCO & GUNDAR CAMPUS...
- 1
Indie Band
-
Stripe Plus Stripe Plus band memulai karir sebagai Musisi 100%...
-
The Sherief The-Sherief, band ini terbentuk pada tanggal ...
-
Heroes Heroes sebuah band asal Palembang Sumatera Selatan...
-
Five Star Band FIVE STAR BAND terbentuk pada 02 Januari 2008, Di...
-
ReFREN ReFREN terbentuk pada tanggal 13 Mei 2003. ReFREN...
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
Please donate us for the life of this website







